VERTEX

  • Ilustrasi
  • Selayang Pandang
  • Penulis Jemputan

PERKENALKAN SEMULA SISTEM KUOTA PENCALONAN JAWATAN PRESIDEN, TIMBALAN PRESIDEN UMNO: SALLEH

News image

KOTA BELUD: Timbalan Pengerusi Badan Perhubungan Umno Sabah, Datuk Seri Salleh Tun Said Keruak menyarankan supaya diperkenalkan semula sistem kuota pencalonan bagi jawatan Presiden dan Timbalan Presiden Umno, yang pernah...

Ilustrasi | Administrator | Saturday, 8 June 2013

READMORE

KENAPA KITA HARUS BAHAGIA?

News image

BAHAGIA itu bukan milik bagi mereka yang tidak tahu bersyukur. Tuhan selalu memberikan kita rezeki, nyawa, mata, telinga dan banyak lagi untuk membolehkan kita menjalani kehidupan seperti biasa.Kenapa kita harus...

Selayang Pandang | Administrator | Wednesday, 5 June 2013

READMORE

TERLAMBAT ……..!

News image

Diadaptasi oleh : Harun Tafsir.    Membahas masalah pembagian tugas suami-isteri dalam kehidupan berumah tangga merupakan sesuatu yang menarik dan tidak pernah kehabisan bahan. Sepanjang perbahasan berbagai argumen dikemukan, pandangan dari...

Catatan Pengarang | Administrator | Sunday, 3 February 2013

READMORE
SILAPNYA WANITA


Written by Administrator
Monday, 07 May 2012 21:54
PDF Print E-mail

PUTARAN dunia tidak selamanya mendatar dan mulus!..Alhamdulillah!...Kita Juara lagi!..Pasukan Badminton isteri Wakil- Wakil Rakyat Sabah BAKISA berjaya mengekalkan Kejuaraanya untuk kali yang ke9. Tidak ada yang mustahil, dalam hidup ini dengan adanya komitmen dan disiplin yang kuat – kita tawakal kepada Tuhan, pasti boleh berjaya!...Tidak mungkin ada silapnya, tapi...

Silapnya wanita, bila dia percaya kepada seseorang maka dia akan memberikan kepercayaanya sepenuh nya. Bila dia menyayangi seseorang maka dia akan menyayanginya sepenuh hati.


Banyak hal yang tidak pernah kita duga akan terjadi dihadapan kita. Kisah hidup suka & duka, sedih & pilu, riang dan gembira. Semua ini adalah warna-warni kehidupan. Dunia ini tidak pernah menjanjikan kenikmatan yang abadi. Sekalipun kita adalah orang kaya,  bahagia, damai dan senantiasa dikelilingi oleh pembantu-pembantu ‘profesional’ kerana hakikatnya kehidupan kita jauh berbeza dengan penampilan kita di luar yang jarang diketahui oleh orang lain.  

Berapa banyak manusia yang hidup dalam kenikmatan yang membuat orang lain terpegun tetapi sebenarnya tidak sama dengan situasi kehidupan yang sebenar. Kadang-kadang nikmat hidup kita diambil ketika kita sedang menikmatinya dengan senang-lenang maka datanglah tragedi yang merampas nikmat itu.

Bukan!.. merampas apa yang kita miliki tetapi merampas kelazatan nikmat rezeki yang kita miliki dan yang lebih dahsyat lagi bila ianya sangat menyakitkan dari yang sebelumnya. Tidak payah saya paparkan contohnya tetapi lihatlah di sekeliling kita: ada orang sanggup bunuh diri bila hilang jawatan, hilang punya pendapatan... kenapa? kerana nikmat hidupnya sudah ditarik balik oleh Allah SWT.

Tanyakanlah kepada hari-hari yang telah berlalu dan masa-masa yang menjadi saksi-saksi tentang orang-orang yang jatuh dalam hidupnya, bertapa sakitnya bila kita berada dalam situasi sepereti ini....

Ramai juga yang hidupnya dikaburi oleh rentetan penyakit  dan kelemahan, lalu merampas kelazatan hidupnya lalu meninggalkan kedua matanya nanar melihat kenikmatan tapi ia tidak dapat mengambil manfaat darinya sedikitpun. Bak fatamorgana yang melihat seperti telaga oleh orang-orang yang dahaga, tatkala didekati ia tidak dapatkan apa-apa selain rasa haus yang kian mencekik dan menyisakan.

Kadang-kadang ada orang yang membuat saya hairan...seorang yang dianugerahi kedudukan duniawi lalu dia menjadi lalim, angkuh dan sombong dan menyakiti orang-orang bawahanya. Dia tidak takut kepada Allah SWT tetapi dia yakin bahawa kedudukannya yang sementara ini pasti akan lenyap dalam waktu yang telah ditetapkan. Dalam sekejap saja kedudukanya dan kemegahanya itu diambil oleh Allah SWT....lalu si sombong itu menjadi orang yang lebih rendah dari orang biasa.
 
Yang kedua, seorang yang dianugerahi Allah SWT. kuasa dan harta benda yang berlimpah ruah - tidak ada orang yang  boleh menandinginya. Lalu dia menghabiskan umurnya dengan menjaga dan menambah hartanya itu. Dia tidak membuat kebaikan sedikit pun tetapi dia terus bermegah dengan menayangkan segala macam perhiasan berjenama  yang dia ingat kekal dan bermanfaat untuknya.

Hari ketika ia melihat setiap orang memakan makanan yang lazat dan nikmat kecuali dia hanya memakan sepotong roti kering yang orang miskin pun tak lalu makan. Aduh!..kesian, inilah jadinya jika tidak pandai bersyukur dengan nikmat yang ada.

Jadi seperti yang takrifan orang-orang pandai dan bijaksana: jalan hidup yang lurus tanpa berliku itu adalah sesuatu yang mustahil. Hari-hari itu selalu berubah dari satu masa ke satu masa. Boleh jadi seorang itu bangkrap lalu jatuh miskin atau ditimpa oleh segala penyakit...sehingga kesibukan dari harta benda yang telah dikumpulkan nya itu tidak ada lagi kerana ada orang lain datang merampasnya dengan terpaksa.


Kesusahan dan himpitan hidup juga bertingkat-tingkat di antaranya yang lebih berat dan yang menyakitkan dari yang lain. Seperti dendam kesumat orang-orang yang menanti-nanti keruntuhan dan kejatuhanya. Mereka menanti saat-saat itu, apa tah lagi jika orang yang jatuh itu adalah orang yang pernah berlaku zalim kepadanya.

Bertapapun pahitnya sebuah keruntuhan itu akan tetapi sebagiannya lebih ringan dari yang lainnya. Dalam sejarah kita boleh melihat kejatuhan kekuasaan “Baramikah” dan bagaimana Harun Ar-Rosyid membalas dendam dengan membunuh Ja’far bin Yahya Al-Barmaky dan menyalibnya dan memenjarakan ayah dan saudaranya – saudaranya. Lalu mengambil harta-harta mereka.

Kekuasaan akan sirna, masa muda beralih kepada tua, sehat kepada sakit. Akan tetapi pertanyaannya, “Apakah akan dikatakan sesuatu yang baik saat perpisahan dan sesudahnya? Ataukah cukup dikatakan, pergilah dan tak usah kembali lagi?!”.

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama pernah bersabda menasehati seseorang: “Pergunakanlah lima perkara sebelum datang lima perkara; masa mudamu sebelum tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu kosongmu sebelum kesibukkanmu dan hidupmu sebelum matimu”.... (Ibnu Abbas rodhiyallahu’anhu)

Sekian dulu Selayang Pandang kali ini, jangan lupa hidup kita bukan hanya hari ini, masih ada lagi hari esok setelah mati....semoga Tuhan senantiasa memudahkan urusan dan memberkati kehidupan kita. Bersabarlah dalam menghadapi segala kesulitan kerana kesulitan di dunia tidak seberat kesulitan di akhirat kelak, elak kan dari membuat kesilapan!...

Wassalam.

DRErom.